
Nama Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian setelah muncul kabar ketertarikan serius dari klub Arab Saudi, Al-Ittihad. Meski telah berusia 38 tahun, status Messi sebagai ikon terbesar sepak bola dunia tetap membuatnya sangat diburu, apalagi setelah sukses mengantar Inter Miami meraih gelar Major League Soccer pertama dalam sejarah klub. Prestasi tersebut semakin menegaskan bahwa daya tarik dan kualitasnya belum memudar, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sebelum memilih hijrah ke Amerika Serikat, Messi sempat dikaitkan kuat dengan Saudi Pro League, kompetisi yang sebelumnya berhasil mendatangkan bintang besar seperti Cristiano Ronaldo. Namun pada saat itu, Messi lebih memilih Inter Miami karena pertimbangan kenyamanan hidup, keluarga, dan kecintaannya terhadap sepak bola, bukan semata faktor finansial. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa baginya, proyek olahraga dan kualitas hidup memiliki nilai lebih dibandingkan kontrak bernilai fantastis.
Al-Ittihad tetap memandang Messi sebagai kepingan terakhir dari proyek besar sepak bola Arab Saudi. Presiden klub bahkan dikabarkan siap memberikan tawaran dengan fleksibilitas penuh, baik dari sisi nilai kontrak maupun durasi, demi melihat Messi mengenakan seragam Al-Ittihad dan kembali menciptakan rivalitas ikonik dengan Cristiano Ronaldo di tanah Timur Tengah. Ambisi ini lebih didorong oleh nilai sejarah dan prestise ketimbang keuntungan ekonomi semata.
Meski demikian, peluang kepindahan Messi ke Arab Saudi saat ini dinilai semakin kecil. Ia baru saja memperpanjang kontraknya bersama Inter Miami, tanpa ada sinyal kuat akan mempertimbangkan opsi lain dalam waktu dekat. Jika suatu hari Messi memutuskan berpindah haluan, Barcelona diyakini menjadi satu-satunya destinasi yang memiliki nilai emosional kuat. Untuk saat ini, gagasan melihat Messi berduel dengan Ronaldo di Saudi Pro League masih sebatas mimpi besar yang belum menjadi kenyataan.